Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Cara Sujud Sahwi Yang Benar dan Bacaannya - Kita sebagai hamba Allah yang lemah memiliki banyak kekurangan. Kita tak terlepas dari sifat lupa walaupun ketika beribadah kepadaNya. Sujud sahwi adalah cara untuk menutup kekurangan dalam shalat fardhu. Sahwi berarti lupa. Sujud sahwi ini dilakukan untuk menampung beberapa jenis kesalahan yang dibuat ketika shalat akibat lalai atau terlupa. Diantaranya adalah terlupa melakukan salah satu sunat ab’adh, yaitu tahiyat awal dan do'a qunut.

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan, Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lupa jumlah rakaat ketika shalat. Seusai shalat, beliau ditanya para sahabat, apakah ada perubahan jumlah rakaat shalat ?

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Saya hanyalah manusia biasa. Saya bisa lupa sebagaimana kalian lupa. Jika saya lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat shalat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan shalatnya. Kemudian lakukan sujud sahwi. (HR. Bukhari & Muslim)

Cara Sujud Sahwi Yang Benar dan Bacaannya

Hal ini adalah berdasarkan hadis daripada al-Mughirah bahawa Rasulullah SAW bersabda : “Apabila salah seorang kamu berdiri sesudah dua rakaat tetapi ia belum sampai sempurna berdiri, maka hendaklah ia duduk kembali (untuk tasyahud pertama) tetapi jika ia sudah berdiri dengan sempurna, maka jangan ia duduk kembali dan hendaklah ia sujud dua kali (Sujud Sahwi)”. (Riwayat Ahmad)

Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, di mana Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang di antara kamu ragu dalam solatnya sehingga dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia lakukan, tiga rakaat atau empat rakaat. Maka hendaklah ia tepis keraguan itu dan ikutilah yang dia yakini. Setelah itu, hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan lima rakaat, maka dia telah melengkapkan solatnya. Namun, jika dia mengerjakan empat rakaat, maka dua sujud tadi adalah penghinaan bagi syaitan.” (Hadis Riwayat Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i RA)

Sujud sahwi hukumnya adalah sunat. Ini bermakna, tidaklah batal solat seseorang jika tidak dilakukan.

CARA SUJUD SAHWI YANG BENAR

Walaupun hukumnya sunat, namun sebaiknya kita kerjakan untuk menyempurnakan shalat yang kita kerjakan. Cara sujud sahwi sangatlah mudah, yaitu sebagai berikut :

1. NIAT

Sujud sahwi perlu diniat terlebih dahulu pada penghujung rakaat terakhir. Sesudah tahiyat akhir, sebelum salam.

2. SUJUD

Lafaz ini dibacakan 3 kali dalam sujud sahwi :

سُبْØ­َانَ Ù…َÙ†ْ لاَ ÙŠَÙ†َامُ ÙˆَلاَÙŠَسْÙ‡ُÙˆْ

Subhana Man Laa Yanaamu Walaa YasHuu

Artinya : Maha suci Allah, zat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa

3. DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Selepas membaca lafaz tersebut, bangun sujud dan duduk dalam posisi dudu di antara dua sujud, sama seperti yang biasa kita lakukan dalam shalat. Bacaan juga sama seperti duduk antara dua sujud.

4. SUJUD SEKALI LAGI

Lalu sujud sahwi sekali lagi (dengan bacaan yang sama seperti diatas). Kemudian duduk dalam keadaan tahiyat akhir dan beri salam seperti biasa (tak perlu mengulang bacaan tahiyat akhir sekali lagi).

Bagaimana Jika Kita Lupa Sujud Sahwi ?

Ketika seseorang lupa dalam shalat, dia harus melakukan sujud sahwi di akhir shalatnya. Baik sebelum atau sesudah salam. Namun terkadang, ada orang yang kelupaan untuk melakukan sujud sahwi. Apa yang harus dilakukan ?

Dalam kasus ini, ulama memberikan rincian :

Pertama, jika wudhunya belum batal dan jedanya belum lama maka boleh langsung sujud sahwi. Termasuk kasus imam lupa ketia shalat, namun dia tidak tahu cara sujud sahwi. Maka dia boleh sujud sahwi ketika diberitahu makmum. Ini merupakan pendapat Imam Malik, Imam Syafii dalam qoul qadim, al-Auza’i dan yang lainnya.

Kedua, jika wudhunya sudah batal, ulama memberikan 2 rincian :

[satu] jika kasus lupanya berupa kelebihan rakaat, maka dia langsung wudhu dan sujud sahwi. Karena fungsi sujud sahwi di sini adalah menghina setan. Demikian keterangan Syaikhul Islam dalam Majmu’ al-Fatawa

[dua] jika kasus lupanya selain kelebihan rakaat, maka dia mengulangi shalatnya dari awal. (Shahih Fiqih Sunah).

Permasalahan Sujud Sahwi dalam Shalat Jamaah

Ada beberapa kasus yang penting diperhatikan terkait sujud sahwi ketika shalat jamaah,
  1. Jika imam lupa maka makmum laki-laki mengingatkan imam dengan membaca ‘Subhanallah’. Sementara makmum perempuan menepukkan tangannya.
  2. Jika imam sujud sahwi sebelum salam, maka semua makmum ikut sujud sahwi, termasuk makmum yang masbuk.
  3. Jika imam sujud sahwi setelah salam, maka makmum masbuk tidak boleh ikut sujud sahwi. Sedangkan makmum yang mengikuti shalat dari awal, mereka harus sujud sahwi bersama imam.
  4. Dalam shalat berjamaah, makmum yang lupa bacaan shalat, misalnya tertukar antara doa rukuk dan sujud, maka makmum tidak wajib sujud sahwi. Karena makmum tidak boleh sujud sahwi sendirian, sementara imam tidak sujud sahwi.
  5. Jika lupa dalam shalat, namun dia tidak sujud sahwi maka makmum berhak mengingatkan imam agar dia sujud sahwi dan diikuti makmum lainnya.

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib